Tuesday, 21 January 2014

Hutan Kota BNI Banda Aceh

Bagi saya, dua kata yang dapat menggambarkan Hutan Kota ini adalah "Simply Beauty". Mangrove yang hijau membuat hati teduh. jalan setapak kayu yang menanjak memainkan perasaan saya. Pemandangan yang terhampar luas meluapkan kemegahan rasa.

Saya rasa perencanaan hutan kota ini cukup berhasil. Di satu sudut, sekelompok orang duduk melingkar di atas hamparan rumput mendiskusikan sesuatu. Di sudut lainnya para pengunjung sibuk berfoto. Berbicara tentang foto, kelihatannya perencana hutan kota ini memang telah mempertimbangkan potensi spot fotografi dengan matang. Banyak lokasi di hutan kota ini yang sepertinya memang dipersiapkan untuk berfoto. Hal ini yang terkadang terlupa oleh perancang lanskap. Pasti kalian juga pernah merasakan pergi ke suatu tempat yang luar biasa indah, namun sangat sulit mengambil sudut gambar yang tepat untuk mengabadikannya. Terhalang lah, dilalui banyak orang lah, atau sebagainya. Oleh karena itu memang perlu diperhatikan benar-benar sejak awal perencanaan potensi spot fotografi ini. 

Mari kita lihat beberapa foto Hutan Kota yang saya bilang simply beauty ini

Anakan mangarove yang siap untuk tumbuh

Langitnya tak kalah indah dari langit luar negeri

deck path yang menanjak, mengarahkan kita pada view yang indah

Water lily pond


 

 Photos taken by kakak saya

Rumah Tjong A Fie, Medan

Liburan kemarin, saya dua kali mengunjungi medan, keduanya bersama keluarga. Kali ini ke saya dan kakak saya mewujudkan cita-cita kami mengunjungi rumah Tjong A Fie orang kaya Tiong Hoa medan zaman dahulu.

Berkunjung ke sini mengingatkan saya pada Old Westburry Garden, tempat saya magang beberapa tahun lalu. Dua-duanya sangat sudah amat tua, dua-duanya masih ditinggali oleh pewaris, dua-duanya masih diurus denga swadaya oleh keluarga. Dua-duanya saya suka.

Rumah Tjong Afi dari luar
Salah satu sudut ruangan (vintage style)
langit-langit hand painted di ball room (european style). Rumah ini adalah selebrasi perpaduan antara budaya china dan melayu (peranakan) dan eropa.
court yard, menurut penjelasan guidenya, rumah ini memang dibuat tidak datar tapi, mempunyai variasi level, hal ini sesuai dengan filosofi bahwa hidup seharusnya terus meningkat (berdasarkan Feng Shui)
Sangat suka dengan pola lantainya
Entah apa benda di depan guci ini, tapi mereka sangat menarik.
ruang makan gaya oriental
Hand craft di dinding ini mengingatkan saya pada kasab orang Aceh.
Bagian favorit kakak saya, bila ia punya rumah ia ingin taman dalam rumahnya seperti ini
Ruang tamu terbagi atas dua: Khusus untuk Sultan Deli kala itu, bertema melayu (kiri), dan untuk para tamu sejawat Tiong hoa, bertema oriental (kanan)

Rumah ini simeetris, dalam feng shui hal ini melambangkan keseimbangan dalam hidup
Me

Ciao!!

Silent Mode On

Kembali lagi ke Melbourne setelah liburan yang paling menyenangkan selama lebih dari 2 bulan.
Semester pertama kemarin memang super duper berat, sampai rasanya benar-benar putus asa. Namun berkat doa keluarga dan pertolongan Allah akhirnya semua dapat dilalui juga. Jadilah liburan 2 bulan kemarin sebagai jeda untuk mengisi kembali energi yang terkuras dan yang terpenting untuk kembali intropeksi meluruskan niat.

Hal yang paling menyenangkan lainnya adalah karena liburan kemarin adalah liburan yang paling produktif selama saya hidup. Sekitar 15 proyek seni pribadi selesai. Proyek yang mudah-mudahan dapat mengumpulkan lagi serpih-serpih percaya diri saya yang sudah agak pudar selama memulai sekolah lagi. Saya ingat waktu saya sedang galau dan hampir menyerah dalam mengerjakan tugas semester satu kemarin kakak saya bilang. "Sedikit lagi, jangan menyerah! Ingat saja setelah tugas beres, kamu liburan, dan bisa mengerjakan apapun yang kamu suka!" Dan saya kira itu benar. Setelah semester satu kemarin diselesaikan, pada liburan kemarin, saya benar-benar melakukan hal-hal yang saya sukai (kalau boleh dibilang passion, tanpa mengurangi rasa hormat pada arsitektur lanskap).
                                                                         .......
Tadi saya berjalan-jalan di city, melakukan kembali apa yang saya lakukan 2 bulan yang lalu, melakukan transaksi dalam bahasa inggris, melatih kemabali kemampuan untuk bertahan seorang diri, melihat orang-orang berlalu lalang, memikirkan ini dan itu seorang diri. Agak aneh memang, seperti terlempar kembali pada keadaan dua bulan yang lalu.Memikirkan hal yang sama seperti dahulu ketika menunggu makanan hangat di depan microwave, atau ketika memandang dari balik jendela kamar, atau ketika duduk di tram, atau ketika melihat orang-orang asing. Benar-benar 'kembali' lagi. kembali sendiri. Seperti mengaktifkan silent mode pada ponsel. Setelah haha hihi yang banyak di Banda Aceh, kini saatnya kembali hening.

Bagaimana rasanya? mungkin sangat netral. Terkadang positif dan terkadang negatif, karena lama-kelamaan juga akan terbiasa. Mudah-mudahan saja semester ini menjadi lebih baik,seperti course yang saya geluti,
arsitektur lanskap yang penuh dengan bunga.

Saya ingin mengakhiri post ini dengan perbincangan dengan seorang teman yang tidak sengaja bertemu di airport ketika balik kemarin katanya " Tapi memang benar, setelah saya lihat-lihat, berbeda sekali anak-anak yang pulang ke Indonsia dan yang tidak pulang pada liburan kemarin. Yang pulang lebih berseri-seri wajahnya."

Semangatlah diriku!!

PS: Saya sedang mempersiapkan blog baru untuk memposting semua proyek-proyek grafis dan gambar saya. Selamat menunggu.